This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Catatan Perjalanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Perjalanan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Juni 2015

Puasa dan Anak Kost

Assalamua’alaikum…
Dear sobat, masih dalam suasana haru soalnya aku masih bisa bertemu dengan bulan Ramadhan tahun ini.  Semoga semuanya menjadi lebih baik lebih baik dan lebih baik. Aamiin.
                Menjadi anak kost, keadaan yang membuat aku mau tidak mau harus mau untuk memilih jalan itu. Menjadi anak kost, bukan hal yang asing dalam hidupku. Menjadi anak kost, dari kuliah hingga kerja. Menjadi anak kost, kalau kata orang enak, bebas, mau kemana-mana terserah kaki melangkah. Tapi kalau menurut aku sih sama aja, secara dari dulu hidup aku sudah bebas sebebas-bebasnya meskipun tinggal bersama orang tua. Orang tua selalu membebaskan kemanapun aku mau pergi. Mau ikut semua kegiatan ekstra di sekolah boleh, mau camping di hutan boleh(hobi banget tu), mau les ke guru mana pun boleh, mau main sesuka hati juga monggo. So, sama aja jadi anak kost sama tinggal dengan orang tua ( Awesome Parents). Kalau ngekost malah semua serba sendiri, tidur bayar, makan bayar (yaaa walaupun dulu tetep aja orang tua yang bayarin).
                Puasa dan Anak Kost. Pengalaman pertama puasa menjadi anak kost sewaktu kuliah di Pontianak. Semuanya serba beli, kecuali nasi. Kalau pas sahur telur dadar hampir menjadi makanan favorit (terpaksa juga sih ). Kuliah selesai pulanglah ke rumah, eeeh  belum aja ketemu bulan puasa udah kuliah lagi ke Jogja. Di tanah Jawa tersebut ternyata aku jadi makin menikmati (manja tepatnya) menjadi anak kost. Semuanya serba ada. Bahkan yang dulu rajin masak nasi jadi jarang (pake banget). Semuanya serba makan di luar. Perkembangan signifikan yang terjadi ketika ngekost di Jogja ketika makan sahur, yang dulunya sewaktu di Pontianak makan dengan hanya telur dadar kalau di Jogja makanannya terbilang lengkap dan menyehatkan. Ada nasi, sayur, lauk dan buah. Orang yang paling berjasa dari lengkapnya makan sahur aku pada waktu itu adalah Ibu Ketering. Setiap subuh ketika bangun makanan  lengkap sudah siap di depan kamar kost (temen yang ngambilin, haha).
                Lain dulu lain sekarang. Dulu anak kost kuliahan sekarang anak kost kerjaan (udah kerja maksudnya). Naaah… sampailah pada inti cerita. Sebenarnya mau cerita detail dari awal jadi anak kost sampai sekarang tapi berhubung memori terbatas jadi cerita yang masih segar aja.
                Bulan Ramadhan 1436 H ini aku puasa di tempat tugas KOTA KECAMATAN KAYAN HILIR (“kota”nya agak maksa). Kayaknya puasa kali ini adalah puasa terunik (nenes lebih tepatnya) versi  25 tahun hidupku. Dari awal sebelum puasa kemarin aku sudah dihinggapi berbagai macam kekhawatiran yang semuanya mengerucut kearah kekhawatiran tentang ‘makanan’. Buka nda ya warung makan (langganan) ? dan gimana makan sahurnya?. Sekedar info, keadaan dapur kost aku sekarang tidak memungkinkan untuk masak  yang ‘macem-macem’ (haha, banyak lapis). Setelah dikonfirmasi ternyata warung makan buka di bulan puasa (bahkan untuk sahur juga) tetapi 2 sampai 3 hari menyambut puasa tutup dulu. *dalam hati* oooh y owes lah ga papa, dua hari ini masak dan makan seadanya aja.
                Malam tarawih pertama tiba. Dari malam udah niat kalau sahur nanti cukup minum air putih saja (dari malam males makan). Waktunya makan sahur tiba, hape berdering ( super mom, boy friend pada nelpon). Masih keukeuh untuk bilang  ke mereka “aku ga sahur, mau minum air putih aja”. Setelah mereka selesai menelpon pikir-pikir ga ada salahnya juga aku makan sahur lagian ada sebungkus mie dan sebutir telur di dapur ( cadangan makan ala anak kost). Akhirnya “oke deh, aku sahur”. Menunya telur goreng dan mie goreng. Bahan dan peralatan siap, kuali yang sudah terisi minyak goreng  siap untuk menggoreng telur (mata sapi jee). Minyak panas, telur siap digoreng. “Preek”!!! (suara mecahkan cangkang telur). Bukan sulap bukan sihir, ternyata telurnya sudah busuk. Berhubung aku orang yang legowo ya sudahlah aku masak mie goreng aja (pasrah). Kuali berisi minyak diganti dengan panci berisi air , ketika air hampir mendidih aku ambil mie untuk siap-siap direbus.  Mujurnya, sebelum buka bungkus mie terlihatlah tanggal ED, bulan Juli 2015. Yaaaaaela itu kan ED nya bulan depan. Untuk memastikan kondisi mie aku pun membuka bungkusnya dan mujurnya lagi mie udah demun alias melempem. Dan untuk lebih memastikan lagi kondisi mie, aku cuil sedikit terus aku makan dan lagi lagi kemujuran berpihak, mie sudah terasa asam. Ga tau asam dari mie atau dari mulutku (secara bangun tidur tanpa sikat gigi, wkwkw). Lagi lagi dengan hati yang legowo akhirnya air yang sudah mendidih aku seduhkan ke dalam cangkir yang telah terisi teh dan gula. Cerita sahur pertama selesai dengan segelas teh panas (lumayanlah).
                Masih di hari yang sama. Waktu berbuka puasa hampir tiba. Sore itu aku berniat main ke komplek puskesmas (ngabuburit) terus pulangnya baru beli makan untuk berbuka. Pulang main aku langsung mencari kue untuk berbuka tapi kok udah pada habis semua. Ternyata aku terlambat. Setelah keliling dapatlah tempat orang jual gorengan, untung aja gorengannya masih. Itupun tinggal bakwan dan harus menunggu karena bakwan sedang digoreng (is ok). Di warung itu niatnya pengen beli teh es tapi ternyata nda ada, yaa sudahlah beli es nya aja terus nanti bikin teh sendiri di kost. Sesampainya di kost, ngerebus air dan membuat teh. Ada yang salah ketika aku menyeduh teh. Gula dan teh aku masukkan dalam sebuah botol plastik M***life dengan pemikiran botolnya kuat karena air yang aku rebus ga sampai mendidih (hangat-hangat rambut). Daaaan ternyata dugaanku salah, botol meleot kepanasan. Cerita berbuka puasa pertama selesai dengan sebotol teh es yang meleot dan bakwan.

Sekian  ^_^  

Selasa, 18 November 2014

Menerobos Banjir

Assallamu'allaikum...
Dear Sobat pembaca, malam ini saya pengen berbagi cerita tentang perjalanan dan perjuangan menuju tempat tugas ( agak sedikit didramatisir sih ).



Pagi yang dingin dan lembab ( karena tadi malam hujan ) sekitar jam 6 saya sudah siap dengan perlengkapan tempur. Motor sip, tas ransel siap, sweater ok dan sepatu lapanganpun telah terpasang cantik di kaki. Rutinitas seperti itu sudah sejak 2 bulan yang lalu saya lakukan. Jum'at siang meninggalkan tempat tugas untuk pulang ke rumah tercinta dan Senin pagi saya harus kembali lagi menempuh perjalan menuju tempat tugas. Namun pagi ini berbeda, hari Selasa saya baru kembali menempuh perjalanan yang cukup panjang untuk menuju ke tempat tugas dikarenakan hari Senin kemarin saya harus ke kantor Dinas Kesehatan yang ada di Kabupaten untuk mengantar laporan dan beberapa urusan lainnya. Puskesmas Nanga Mau kecamatan Kayan Hilir Kabupaten Sintang tempat saya bertugas. Kalau kata orang  sih membutuhkan 3 jam untuk mencapai daerah tersebut dengan kecepatan sedang alias santai. Kalau ngebut ya paling-paling 2 jam sudah sampai, itu kata orang. Tapi saya menempuh perjalanan tersebut biasanya 1 jam 40 menit, yaaa begitulah saya.

Kembali lagi ke topik pembicaraan, setelah perlengkapan siap semua saya pun dengan penuh percaya diri memacu kuda besi dengan kecepatan standar (standar saya tentunya). Dua hari sebelumnya saya mendapat sms dari kepala TU di Puskesmas, beliau mengabarkan jika Nanga Mau sudah mulai banjir. Ketika saya ke kantor Dinas pun beberapa orang memberikan kabar yang sama. Namun saya selalu berpikiran positif kalau saya tetap bisa ke Nanga Mau dengan alasan banjir belum terlalu tinggi jadi motor masih bisa lewat. Selain itu juga, saya tidak bisa meninggalkan tugas dan kewajiban saya terlalu lama (ceeiile, berasa pegawai teladan). Ternyata sodara-sodara, perjalanan pagi ini tak seperti apa yang terbayang di kepala. Perjalanan saya terganggu dengan keadaan yang licin ketika setelah melewati kampung emparu (kurang lebih 50 menit perjalanan dari Sintang), kecepatanpun mulai berkurang. Dengan konsentrasi dan penuh kehati-hatian mengendarai si putih. Di perjalanan akhirnya sampailah saya menemukan jalan yang sudah tergenang air kira-kira setinggi mata kaki (*dalam hati, "cuma segini ja ni banjirnya??" *dengan perasan meremehkan),  saya pun bisa melewati genangan air tanpa hambatan apapun. Beberapa kali saya melewati jalan seperti itu dan tentunya menambah keyakinan saya untuk meneruskan perjalanan.

Ternyata tantangan yang sesungguhnya belum terlewati. Sampailah pada sebuah jembatan yang sudah tergenang air setinggi lutut saya. Berhenti sejenak untuk berpikir bagaimana cara melewati jalan tersebut. Bayangkan saja, motor yang saya gunakan bisa dikatagorikan motor yang amat sangat pendek (*motor Beat). Saya cek tinggi knalpot dan kipas motor ternyata posisinya lebih rendah dari lutut (semakin galau dibuatnya). Untung saja ada sebuah keluarga yang hendak mandi di situ. Sang bapak mengecekkan keadaan jembatan dan memberi saran jika ingin nyebarang ngebut saja ketika melewati air dan saya pun meng iya kan perkataan bapak itu. Taaaapiii, saya tetap saja tidak berani untuk menyebrangnya, sampai akhirnya bapak yang baik hati itu menyebrangkan motor saya. Dengan ucapan terimasih saya pun terus melanjutkan perjalanan. Namun, sebelum saya meninggalkan keluarga itu mereka memberi info jika di depan masih ada lagi jalan yang banjir dan lebih dalam (makin was-was lagi dibuatnya).

Tantangan keduapun akhirnya menyambut saya. Sebelum sampai di jalan yang banjir saya melihat antrian beberapa (lebih dari 5) mobil besar (truk sawit) yang parkir di tepi jalan. Ternyata mereka tidak bisa lewat. waaaaaaahhh, apalagi motor saya????? pertanyaan yang bergelantung di benak terdangkal.  Tindakan pertama yang saya lakukan adalah mematikan motor dan sejenak menenangkan hati. Gilak, itu banjir sepinggang orang dewasa men !!!
Beberapa orang laki-laki menghampiri dan menawarkan jasa penyebrangan motor serta diri saya tentunya. Mereka memasang harga 50 ribu dan naluri emak-emak saya pun keluar, "Turun lagi lah pak, 50 ribu mahal sekali. 30 ribu lah ya pak". Kali ini jurus emak-emak saya gagal, mereka tetap keukeuh harus 50 ribu. Yaaaa apa boleh buat tidak ada pilihan lagi. Motor saya dipanggul oleh 5 orang lelaki dan saya disebrangkan dengan menggunakan sampan (*sekilas info, itu pengalaman pertama kali saya naik sampan). Sebrang-menyebarang selasai, saya pun melanjutkan perjalanan.

Tantangan ketiga lagi-lagi menyambut. Seperti tantang sebelumnya saya mematikan motor dan diam sejenak sambil mengamati kedalan air. Kedalam air kira-kira setinggi lutut orang dewasa. Tak lama kemudian terlihatlah di sebrang sana seorang ibu dengan membonceng anaknya menggunakan motor mio hendak menerobos banjir. Hebatnya, ibu tersebut dengan selamat bersama motor dan anaknya sampai kesebrang. *dalam hati, weleh, ibu itu saja bisa masak saya ga bisa???
Dengan tekat yang bulat saya memutuskan untuk menyebrang. Motor dihidupkan, dan tancap gas serta berharap motor tidak mati di tengah banjir. Namun harapan itu agak sedikit ternodai, motor mati di tengah banjir. Untungnya ketika saya start lagi motor dapat hidup kembali dan tancap gas lagi. Selain tragedi motor mati di tengah banjir, ada lagi sesuatu yang membuat hati semakin was-was yaitu ketika konsentrasi lagi pull-pullnya melawan banjir dan arus yang lumayan deras eeeeeeeh ada ular yang berenang menyebarang jalan juga. Cukup memecah konsentrasi. Sekilas saya liat ularnya kecil jadi tidak terlalu di ambil pusing (walaupun bedebar juga) dan fokuspun kembali dengan menyusun strategi agar motor tidak mati lagi dan sampai di sebrang. Sesampai di sebrang saya langsung mengecek kaki, kali aja ularnya nyangkut di kaki saya. Tapi ternyata tidak, *syukurlah. Tantangan ketiga berhasil.

Tantangan selanjutnya. Tinggi air pada tantangan kali ini kira-kira setinggi pinggang anak-anak (berarti sepinggang saya dong,haha). Ada seorang bapak dengan sampan besarnya sedang menunggu orang yang hendak menggunakan jasanya untuk menyebrangkan motor. Namun saya tidak menggunakan jasa bapak itu, berhubung jarak ke tempat tinggal saya tidak terlalu jauh (kira-kira 10 menit jalan kaki) saya pun memutuskan untuk menyebarang dengan jalan kaki dan motor dititipkan pada penduduk setempat. Tas ransel digendong dan saya pun menyebrang serta  berjalan dengan sepatu dan celana basah sampai pinggang menuju rumah.

Tantangan perjalanan hari ini selesai. Satu hal yang harus ditekankan pada diri saya, saya harus menikmati semua ini dan saya pun menikmatinya (senyum cantik, ramah dan anggun,haha).

Minggu, 27 April 2014

TEKAB VS IDEALIS


Dear Sobat,
Apoteker TEKAB *teken kabur, ah itu mah udah jadi bahan pembicaraan kronik sejak garam rasanya manis. Banyak yang pro dan tentunya ga sedikit juga yang kontra. Pihak pro tekab mengatakan "ini realita hidup men!!",dilain pihak mengatakan :"gaji dari hasil tekab itu haram bro!!!". Aaaaaaah, entahlah mau sampe kapan polemik ini bakal berakhir. 

Sekedar mengingat-ingat masa kuliah, salah seorang dosen memberikan nasehat kepada kami kira-kira  redaksinya seperti ini " Kalian nanti kalo udah lulus jangan mau jika ada PSA yang ngerayu untuk jadi Apoteker Tekab. Kalo bukan kita siapa lagi yang bakal menghargai atau menyelamatkan nama baik profesi Apoteker". Hmmm, nasehat yang super bagi seorang dosen kepada anak didiknya. Saat itupun saya cuma aguk-aguk tanda merasa paham dengan apa yang disampaikan. 'Mengangguk tanda merasa paham', yaaaa hanya sekedar paham dan tidak lebih dari itu. Di kepala ini saat itu sudah dipenuhi dengan mindset bahwa sebagian besar atau bahkan semua Apotek yang saya tau APA nya adalah tekab. Bahkan dilain tempat dan kesempatan dosen saya juga ada yang Tekab(pada zaman itu, ga tau klo sekarang). Kata hati pun berbicara "aku pengen idealis, tapi ga tau juga nanti". 

Singkat cerita, saat ini saya telah di sumpah menjadi seorang Apoteker. Beberapa bulan yang lalu saya mengikuti test dan lolos ( 24 Desember 2013) menjadi seorang 'abdi negara'. Tak lama dari pengumuman kelulusan tersebut ada seorang APA yang menghubungi dengan maksud agar saya bisa menggantikan posisinya kelak jika ia pindah ke luar daerah (beliau dalam waktu dekat akan pindah ke luar kota). Naaaaah, galau juga tu saya dibuatnya. Tekab, idealis, tekab, idealis, tekab, idealis,tekab,idealis, tekab, idealis dan akhirnya dengan pertimbangan tertentu saya memilih tekab. Tak bisa dipungkiri ada rasa tenang mengenai nasib keuangan saya kelak. "Lumayanlah, gaji 'abdi negara'+gaji tekab" kata hati ini. Sampai akhirnya datanglah suatu kabar dimana ternyata saya tidak jadi untuk menjadi APA karena beberapa alasan baik dari pihak APA yang merekomendasikan saya maupun dari PSA. Sempet syok juga dengarnya. 'Aman'ku telah hilang, lirih saya dalam hati. Untung saja 'sisi kanan' ini langsung mengambil alih: "Ah sudahlah, ini bukan rezqimu". 

Perdamaian dalam diri ini pun terjadi. Kesimpulan sederhana yang saya ambil (berlaku) untuk saat ini bahwa itu memang bukan rezqi saya. Tapi tetap saja meninggalkan pertanyaan besar dalam benak, "apakah ini ada hubungannya dengan TEKAB vs IDEALIS ?????? Entahlah.

Merintis usaha yang ga ada hubungan dengan APA, Apotek, STRA, SIK etc adalah solusi terbaik pada saat ini (menurut saya). Tetap menjalankan tugas sebagai 'abdi negara' dan kemudian dilanjutkan dengan merintis usaha. So, amankan... :)

*mohon maaf jika tulisan saya ada yang kurang berkenan di hati pembaca

Jumat, 29 November 2013

Amanah Baru

Assalamua'laikum.

Tambah tittle  di nama kita itu sesuatu'  ye rasanya, bukan karena apa-apa sih sebeeenaaaarnya... masalahnya entu nama saya tambah puanjang jadinya. Sembari memikirkan nama saya yang tambah panjang tentunya masih ada hal yang lebih penting untuk dipikirkan yaitu TANGGUNG JAWAB atas tittle  tersebut. Sekilas untuk mengingat sepertinya perlu saya tulis disini SUMPAH yang pernah saya ikrarkan dengan penuh kesungguhan dan keinsyafan.

Demi Alllah Saya bersumpah :
1. Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan, terutama dalam bidang Kesehatan;
2. Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaaan saya dan keilmuan saya sebagai Apoteker;
3. Sekalipun diancam, saya tidak akan mempergunakan pengetahuan kefarmasian saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan hukum perikemanusiaan;
4. Saya akan menjalankan tugas saya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan martabat dan tradisi luhur jabatan kefarmasian;
5. Dalam menunaikan kewajiban saya, sayan akan berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya tidak terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan, kebangsaan, kesukuan, politik kepartaian, atau kedudukan sosial;
6. Saya ikrarkan sumpah ini dengan sungguh-sungguuh dan dengan penuh keinsyafan.

tuuuuuu.. ngerikan bacanya.. iiiiitu SUMPAH brooo SUMPAH...
Semoga saja saya dan rekan-rekan sejawat bisa terus mengingat, meresapi dan mengamalkan tu sumpah.

Jauh hari sebelum saya mengikrarkan sumpah tersebut banyak cerita dan pengalaman yang manis, pahit, haru biru, hambar, hujan, pelangi, canda, tawa, tangis dan bahagia *agak lebay kali ye..
Tapi itulah perjalanan saya,..

Sekedar mengingat kembali, kuliah di kampus Universitas Islam Indonesia di Yogjakarta selama 6 bulan, PKPA (Praktek Kerja Profesi Apoteker) Rumah Sakit di RSD Soebandi di Jember selama 2 bulan dan PKPA Apotek di Apotek Insaan di Yogjakarta selama sebulan, libur sebulan terus pulang kampung *tanah Borneo, daaaaan masuk lagi saya langsung mengikuti SIDANG KOMPRE.
ooooooooh meeeeeeeennn..!!!! itu semua tu pengalaman yang ga terlupakan.

Bersyukur..bersyukur..dan bersyukur itu yang saya bisa lakukan sekarang atas segala pengalaman dan nikmat tersebut.
Kalo disuruh ngucapin terima kasih kepada siapa, duh ga cukuplah ni halaman untuk nulisnya. Terlalu banyak orang-orang yang berjasa buat saya.
Semua yang baru saya capai saat ini dengan penuh kerendahan hati tetap akan saya persembahkan kepada KEDUA PAHLAWAN HIDUP saya BAPAK dan MAMI.

Terima kasih terima kasih teima kasih terima kasih terima kasih terika kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah berjasa buat saya, semoga Allah membalas kalian semua dengan kebaikan dari segala kebaikan. Amin.
Temen seperjuangan dari UNTAN
With Bapak and Mami



That My Brother

Rabu, 16 Januari 2013

Woow...Come Back..!!!!

Sampai jam dinding kamarku menunjukkan angka 03.30 (17 januari 2013) si mata  masih aja keukeuh untuk melek gara-gara abis bercengkrama dengan  si tugas*maklum anak kuliahan. Sampai keluarlah satu ide untuk melihat kondisi dan keadaan blogku yang sudah lama tak terjamah *agak miris. Daaaaann ternyata, biasa probelama klasikku "LUPA EMAIL PLES PASSWORD"...!!!!
Kurang lebih, lebih kurang sekitar setengah jam berusaha dengan sekuat pikiran, hati dan berbagai macam ilmu yang aku miliki akhirnya bisa kebuka juga ini blog.

Berhubung udah LUUAMAA (ala jawa timuran) pake  BEEEEUUD (ala alay) nda corat-coret ini blog sampe-sampe bingung apa dulu ni yang mau aku ceritakan.

Naaaaaahh, terakhir postingan aku yang judulnya " Terakhir Namun Bukan Untuk Yang Terakhir" itukan tetang keharuan yang tiada tralala bisa sidang skripsi dan membopong gelar S. Farm, maka oleh karena  dan sebab itu aku pengen berbagi kelanjutan segala keharuan dan perjalanan hidupku..

Kamis 29 November 2011 dimulai lagi ni keharuanku, hari itu kedua orang tua tercinta di undang sama kampus untuk menyaksikan anaknya yang udah bergelar S.Farm itu lulus dengan predikat memuaskan (sungguh kebahagian yang tiada tralila). Air mata pun nda mau kalah andil untuk menunjukkan keeksisannya (biasa wanita berhati lembut) di acara Yudisium itu. Keesokan harinya masih berlajut tu acara graduation nya, WISUDA !!! yaaaa itu lah istilahnya. Pake toga, foto dengan Rektor, Dekan, temen-temen seperjuangan yang luar biasa serta pastinya keluargaku tercinta merupakan suatu kebahagiaan yang tak terungkapkan oleh sang lisan. Namun, sangat disayangkan keluargaku nda lengkap, adekku tercinta sedang menjalani study nya di pulau seberang, Bandung tepatnya, sedangkan aku dan keluarga tinggal di pulau Borneo tempat dimana aku dilahirkan. 

Banyak sekali doa, harapan dan cita-cita yang bergelantungan tepat 5 cm di depan mataku (lagi deman Film 5 cm) yang pengen cepet-cepet direalisasikan. Biasalah baru lulus, jiwa idealis yang masih tinggi bagaikan bintang di angkasa *eeaa. Pengen itu, pengen ini, pengen ini, pengen itu, ini pengen, itu pengen,,,aaaaahh pokoknya semuanya lah dipengenin. Salah dua keinginanku itu adalah melanjutkan study Profesi Apoteker dan S2 (bantu doakan ya biar aku bisa  meraih keduanya).

Nah, itulah coretan yang singkat, padat tapi nda jelas (jadi ingat Manda*temen kuliahku) yang bisa aku bagi. Nda tau juga punya manfaat apa nda untuk pembaca sekalian yang budiman, tapi mudah-mudahan aja adalah *maksa.

Oia, ada tips ni buat teman-teman yang mau berfoto ria di studio pas selesai acara wisuda. Sebaiknya teman-teman boking studio dulu, tentukan tanggal dan jam kapan mau  take picture nya. Soalnya, berdasarkan pengalaman aku kalo kita nda pesen dulu itu antrinya puanjang dan luama banget *cuapek tau.
Trus, bagi teman-teman yang orang tuanya punya kesibukan yang luar pada biasa padatnya sebaiknya lebih mengutamakan menghadiri Yudisium daripada Wisuda soalnya acara Yudisium itu (khususnya Prodi Farmasi Universitas Tanjungpura) bener-bener acara yang diadakan khusus buat keluarga kita dan kampus (Fakultas) jadi berasa bangetlah acaranya. 

Untuk ending dari cerita ini aku mau share foto-foto ketika merayakan kelulusanku.. Cekidot..!!!!


Bersama dosen-dosen tercinta dan sahabat-sahabat Farmasi Angkatan 2007


Tetep dengan segala atribut keUNGUannya



NB : Slempang dipinjamin teman yang kebanyakan dan berlebih dapat slempang


Naaaahh, ini ni KEDUA ORANG TUAKU TERCINTA yang akan SELALU AKU CINTA SEPANJANG MASA


IRMA AZIZAH NURSOLIHAH S. FARM 
*susah baget tu ngeditnya biar keliatan agak kinclong



Bersama Ruri Soulmate Skripsi *tengah dan Yunta *orang Jakarta yang nyasar ke Kalimantan



Senin, 31 Oktober 2011

AKHIR NAMUN BUKAN UNTUK YANG TERAKHIR

Senin 26 September 2011 pukul 13.00 WIB diruang sidang I Fakultas kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Tanjungpura seluruh perasaan tumpah jadi satu..

Kuliahku selama kurang lebih 4 tahun harus aku pertanggungjawabkan pada hari ini. Perjuangan yang diawali pada tahun 2007 harus aku akhiri ditahun 2011. Masa-masa perkenalan dengan lingkungan kampus serta teman-teman seperjuangan yang takkan pernah hilang dari  ingatan. Pagi kuliah, siang praktikum dan malam ngerjakan laporan bahkan terkadang sampai ketemu pagi lagi. Sungguh proses dan gemblengan  yang sangat luar biasa buat hidup aku.
Kecerian dan kebersamaan teman-teman akan selalu menjadi kenangan yang indah. Air mata dan keringat yang mengiringi perjuangan akan menjadi cerita dan pelajaran yang berarti.
Bulan April 2011 awal dimana aku  mempresentasikan penelitian yang akan aku lakukan untuk tugas akhir ini. Penelitian yang tidak hanya menguras tenaga dan pikiran bahkan materipun tidak sedikit yang harus ikut aku keluarkan. Kurang lebih 2 bulan aku dan teman-teman risetku berkutat di Laboratorium, sungguh perjuangan yang tak akan pernah terlupakan.
Setelah melewati begitu banyak rintangan yang harus dihadapi, hari ini pembuktian bahwa aku melakukan semua itu dengan penuh kesungguhan. Segala Puji hanya bagi Allah, aku diberi nilai yang terbaik Oleh-Nya.


Karya kecilku yang berjudul “Uji Daya Analgetik Ekstrak Etanol 70% Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L) pada Mencit Jantan Galur Swiss” akan aku persembahkan untuk kedua orang tua yang amat sangat aku cintai. Semoga karya kecilku ini bisa membuat mereka tersenyum bahagia. 


Tiada kata yang bisa aku ucapkan selain rasa syukur kepada Allah SWT Tuhanku Yang Maha Esa.
Maha suci Allah yang selalu ada buat aku kapanpun, dimanapun dan tidak pernah tidur untuk selalu menjaga  dan menolong aku. Nikmat-nikmat yang tak akan pernah bisa aku hitung Kau berikan kepadaku. Bimbing aku agar selalu istiqomah di jalan-Mu.


Kedua orang tuaku, pengorbanan kalian sungguh luar biasa. Tenaga, pikiran, doa, materi, keringat bahkan air mata mengiringi perjuangan kalian semata-mata agar aku bisa menggapai cita-cita. Tidak akan pernah aku bisa mambalas semua yang telah kalian berikan.
Bapak, sosok teladan buat anak-anaknya terutama buat aku. Didikanmu dari aku terlahir ke dunia masih terus melekat dan mengalir di dalam diri ini. Mami, sosok ibu yang sekaligus sahabat yang luar biasa lembut dan penuh cinta kasih dalam membesarkan dan mendidik agar aku selalu kuat dalam menjalani hidup ini. Hanya Doa yang aku bisa berikan kepada kalian agar Allah selalu memberikan kebahagian di dunia dan akhirat.


Terima kasih semuanya, dosen pembimbing bu Esy Nansy S.Far.,Apt dan bu Inarah fajriaty S.farm.,Apt, teman-teman risetku, My boyfriend, keluarga, sahabat serta teman-teman angkatan 2007. Hanya Allah yang bisa membalas semuanya.

Foto-Foto Bersama Tim Risetku 

Seminar Proposal Skripsi
                                     
Presentasi Seminar Proposal Skripsi
                                    

 Proses Riset di Laboratorium





Sabtu, 09 April 2011

One Step More

Pontianak, 5 April 2011 di ruang sidang II Fakultas Kedokteran dan Imu Kesehatan nda bisa diungkapkan dengan kata-kata tu perasaan,,yaaah walaupun baru seminar proposal..

Dag dig dug, senang, takut, pokoknya campur aduklah,,

Pengalaman yang nda bakal terulang (ya iya lah masak mo seminar 2 kali),,

Hampir 4 tahun setia dengan rutinitas kampus, pengen rasanya tahun ini aku enyah dari kampus ini bukan karena stop mencari ilmu, tapi justru aku pengen terus melanglang mencari ilmu yang lebih tinggi sampai cita-cita aku tercapai,,

"UJI DAYA ANALGETIK EKSTRAK ETANOL 70% DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L) PADA MENCIT JANTAN GALUR SWISS"

Judul penelitian yang InsyaAllah akan membawaku keluar dari kampus tercinta ini..
Semangat dari Kedua Orang tua tercinta, sahabat dan dosen-dosen yang luar biasa buat aku tambah semangat untuk cepat-cepat menyelesaikan proyek ini, yaaaah walaupun kadang-kadang bahkan sering virus MALAS itu menggelayuti semangat aku.

Semoga semua ini jadi awal yang indah buat aku dan masa depanku..
Terus berusaha dan Doa yang selalu aku panjatkan kepada Allah SWT agar semua tindak tandukku dituntun dan di Ridhoi-Nya.. Amin..

Rabu, 09 Maret 2011

when my soul speaks

You took a hammer to these walls, dragged the memories down the hall
Packed your bags and walked away, there was nothing I could say
And when you slammed the front door shut, a lot of others opened up
So did my eyes so I could see that you never were the best for me


Well, I never saw it coming, I should have started running
A long, long time ago
And I never thought I'd doubt you, I'm better off without you
More than you, more than you know


wake up..!!!
keep Fight..!! 
 

LIBURAN YANG TAK TERLUPAKAN

LIBURAN YANG TAK TERLUPAKAN

postingan ini sebenarnya udah aku tulis 2 tahun yang lalu tepatnya bulan Agustus 2009 waktu aku baru aja ngalami hal-hal yang sangat menyenangkan, tapi berhubung blog lamaku ada masalah jadi dipost lagi deh di blog baruku..
ujian semester udah selesai,,
liburan tiba,,

sempat bingung mau ngisi liburan dengan apa, tapi nda nyangka ternyata Allah udah merencanakan paket liburan yang sangat menyenangkan dan berkesan..

jalan-jalan ke bandung ngikutin kegiatan kampus plus jalan-jalan ke tempat keluarga..

bandung kota dimana nenek moyang aku berasal, jadi aku senang sekali bisa dengan puas menginjakkan kakiku di kota itu,,

bertemu dengan teman-teman mahasiswa FARMASI seluruh INDONESIA dan jalan-jalan bersama mereka membuat aku bertambah senang...

setelah puas liburan di bandung ternyata Allah masih punya kejutan buat aku,,
aku ikut kemah di puncak bukit kebanggaan orang sintang yaitu bukit kelam,,
aku dan 14 teman yang lain bangga sekali diberi kepercayaan untuk ngibarkan bendera merah putih dan bendera cikal di puncak. selama 4 hari 3 malam aku berada di puncak bukit,,
sungguh pengalam yang sangat mengesankan dan tak terlupakan..

Thanks ALLAH..
paket liburan-MU sungguh luar biasa,,,

Alhamdulillah...welcome again..

walaupun blog lamaku nda ada corat-coret yang yang berarti tapi sangat disayangkan kalo harus ditinggalkan, tapi ya mo gimana lagi kalo passwordnya aja aku lupa bahkan alamat email aja sampe nda tersimpan sedikitpun dimemori otakku.. hhhhhhh parah emang..!!!
tapi ya sudahlah sekarang aku mulai corat-coret lagi ah di blog baruku..
semoga bisa bermanfaat buat aku maupun para pembaca..